My Blog

Personal Stories From The Life of a Writer

Poin Perbedaan Merger dan Akuisisi dalam Strategi Pertumbuhan

Poin Perbedaan Merger dan Akuisisi dalam Strategi Pertumbuhan

Poin Perbedaan Merger dan Akuisisi dalam Strategi Pertumbuhan

Pernahkah Anda terpikir mengapa perusahaan raksasa tiba-tiba memutuskan untuk bergandengan tangan atau justru mencaplok perusahaan lain yang lebih kecil? Di dunia bisnis yang serba cepat, pertumbuhan organik yang pelan terkadang bukan pilihan utama. Langkah besar melalui penggabungan kekuatan sering kali menjadi kunci menuju puncak.

“Pertumbuhan sejati bukan hanya tentang menjadi lebih besar, tetapi tentang menjadi lebih bernilai bagi pasar melalui kolaborasi yang tepat.”

Banyak yang sering menyamakan antara merger dan akuisisi, padahal keduanya memiliki cara kerja dan dampak yang sangat berbeda bagi masa depan sebuah organisasi. Memahami perbedaan ini sangat penting bagi para pelaku bisnis agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan besar.

Apa Itu Merger?

Sederhananya, merger adalah proses penyatuan dua perusahaan yang biasanya memiliki ukuran sebanding untuk membentuk satu entitas hukum baru. Dalam skenario ini, kedua perusahaan sepakat untuk melebur dan identitas lama mereka biasanya hilang, digantikan oleh nama baru yang mencerminkan kekuatan bersama.

Tujuan utama dari langkah ini biasanya untuk menurunkan biaya operasional, memperluas jangkauan pasar, atau menggabungkan teknologi yang saling melengkapi. Karena sifatnya yang kolaboratif, merger sering disebut sebagai “pernikahan” di dunia bisnis.

Mengenal Akuisisi Lebih Dekat

Berbeda dengan merger, akuisisi terjadi ketika satu perusahaan yang lebih dominan membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan lain. Di sini, tidak ada entitas baru yang terbentuk. Perusahaan pembeli tetap berdiri tegak, sementara perusahaan yang dibeli (target) kini berada di bawah kendali penuh sang pembeli.

Akuisisi sering kali dilakukan untuk menghilangkan kompetitor, mendapatkan akses instan ke basis pelanggan yang sudah ada, atau menguasai aset berharga tanpa harus membangun dari nol.

Poin Perbedaan Merger dan Akuisisi dalam Strategi Pertumbuhan
Sumber: Freepik.com

Poin Perbedaan yang Perlu Anda Pahami

Untuk membantu membedakan keduanya, mari kita bedah melalui beberapa aspek kunci berikut ini:

1. Eksistensi Entitas Perusahaan

  • Merger: Dua perusahaan lama berhenti beroperasi secara terpisah dan melahirkan satu perusahaan baru. Saham lama ditukar dengan saham di perusahaan yang baru terbentuk.

  • Akuisisi: Perusahaan pembeli tetap ada, dan perusahaan yang dibeli bisa saja tetap beroperasi dengan nama lamanya namun status kepemilikannya sudah berpindah tangan sepenuhnya.

2. Sifat Keputusan

  • Merger: Biasanya bersifat ramah dan dilakukan atas dasar kesepakatan bersama dari kedua belah pihak demi kepentingan jangka panjang.

  • Akuisisi: Bisa bersifat ramah, namun tidak jarang juga bersifat paksaan atau pengambilalihan secara tidak bersahabat (hostile takeover).

3. Struktur Operasional dan Budaya

  • Merger: Membutuhkan penyesuaian budaya yang sangat besar karena dua organisasi harus menyatukan kebiasaan, sistem, dan gaya kerja menjadi satu kesatuan yang baru.

  • Akuisisi: Perusahaan pembeli biasanya akan memaksakan sistem dan budayanya kepada perusahaan yang dibeli, sehingga transisinya cenderung searah.

Mengapa Perusahaan Memilih Strategi Ini?

Meskipun berbeda secara teknis, keduanya memiliki benang merah dalam hal motif pertumbuhan:

  • Sinergi: Mendapatkan nilai yang lebih besar dari gabungan dua perusahaan dibandingkan jika mereka berdiri sendiri-sendiri.

  • Diversifikasi: Masuk ke lini bisnis baru atau pasar geografis yang belum pernah terjamah sebelumnya tanpa harus memulai riset dari awal.

  • Efisiensi Sumber Daya: Dengan menyatukan kekuatan, perusahaan bisa menggunakan fasilitas produksi, gudang, atau tim pemasaran secara bersamaan sehingga lebih hemat biaya.

Sebagai contoh, bayangkan sebuah perusahaan teknologi yang memiliki perangkat lunak hebat namun kekurangan dana pemasaran, kemudian bergabung dengan perusahaan distribusi besar. Hasilnya adalah jangkauan produk yang luas dengan dukungan teknologi mutakhir. Dunia korporasi saat ini menuntut pemahaman mendalam mengenai struktur organisasi dan pengelolaan aset yang tepat agar langkah besar seperti ini tidak menjadi beban di kemudian hari.

Banyak profesional yang menyediakan panduan mendalam untuk mengasah keahlian kepemimpinan dan manajemen bisnis agar mampu menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman tata kelola bisnis, manajemen risiko organisasi, serta peningkatan kapasitas manajerial yang sesuai dengan kondisi industri saat ini, silakan hubungi Farzana Training melalui Isti di nomor (+62 821-3611-8787).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *